Kamis, 10 Agustus 2017

10 Anime Terbaik Jepang



 

 Anime Terbaik - kami akan menyajikan beberapa anime terbaik dari negara Jepang,yang tidak dipungkiri ternyata anime -anime ini mendapatkan penghargaan dari negara barat yang notabennya animasi disana juga sangat banyak dan juga sangat bagus,artikel ini semoga memberi masukan anda untuk menghabiskan akir pekan anda dengan menonton anime bersama orang-orang tersayang anda.

credit by http://oliswel.com/

 


Spirited Away (2001)



   official trailer Spirited Away (2001)

 

Untuk yang pertama, Jepang memiliki Spirited Away yang telah menjadi kartun animasi favorit banyak orang. Film ini didistribusikan oleh Studio Ghibli dengan menampilkan kemampuan Hayao Miyazaki, tokoh animasi Jepang yang sudah banyak melahirkan karya-karya animasi yang mampu setara dengan kualitas film animasi keluaran Hollywood.

Spirited Away berkisah tentang sebuah keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan satu anak perempuan bernama Chihiro yang hendak berpindah rumah. Di perjalanan, mereka merasa tersasar sampai kemudian terlihat pintu gerbang yang asing. Keluarga tersebut penasaran dan menelusuri masuk ke gerbang tersebut, melewati terowongan menuju padang rumput hinga tiba di sebuah perkampungan tak berpenghuni.
Di suatu kedai, ayah dan ibu Chihiro tanpa permisi menyantap langsung makanan yang tersedia hingga kemudian mereka berdua berubah bentuk menjadi babi. Chihiro yang terkejut dan putus asa lalu bersua dengan Haku yang tak lain adalah “penghuni” kampung tersebut. Atas petunjuk Haku, Chihiro mencoba berbagai cara untuk bisa membebaskan kedua orangtuanya serta mengembalikan mereka kembali menjadi manusia.
Anime Jepang yang berjudul asli Sen to Chihiro no Kamikakushi ini jika dimaknai secara harfiah berarti “Jiwa yang Tersesat”. Spirited Away merupakan film anime Jepang terbaik yang pertama kali menyabet penghargaan Oscar di tahun 2002 dalam kategori Film Animasi Terbaik. Film ini juga memperoleh penghargaan di Festival Penghargaan Film Jepang sebagai film terbaik dan Festival Film Berlin sebagai Penghargaan Beruang Emas.

2. Grave of the Fireflies (1988)

 

Pada tahun 1988, Studio Ghibli kembali membidani sebuah film berjudul Grave of the Fireflies berdasarkan sentuhan yang diberikan oleh Isao Takahata. Film ini merupakan film adaptasi dari novel semi-autobiografi berjudul sama milik Akiyuki Nosaka. Film ini tidak seperti kebanyakan film anime Jepang terbaik milik Ghibli, di dalamnya jauh dari kata ceria, dan justru mengarah ke tingkat realisme yang jauh lebih kental dengan atmosfer yang berbeda pula.
Grave of the Fireflies mengambil latar saat masa Perang Dunia II. Jika Hollywood kerap memproduksi film berlatar sama dengan cerita yang heroik dan seakan ingin memberi kesan terhadap kejinya Jepang, justru film ini memilih jalan lain untuk menarik perhatian penontonnya. Grave of the Fireflies akan mengajak kita melihat perjuangan dua bocah kakak beradik yang harus bertahan hidup saat perang berkecamuk.
Film anime Jepang sedih besutan Takahata ini akan melarutkan emosi penontonnya. Kita akan disuguhi dengan perjuangan kakak beradik agar bisa terus hidup di tengah carut marut kondisi negara. Hampir di setiap scene-scene pertengahan hingga akhir dalam Grave of the Fireflies akan membuat siapa pun tak kuasa menahan tangis melihat kondisi tragis dan depresif yang dialami oleh kedua bocah tersebut. Kelaparan, kesepian, kehilangan orangtua, dan masih banyak lagi kesedihan-kesedihan menyesakkan yang diberikan oleh film ini.

3. Princess Mononoke (1997)

   official trailer Princess Mononoke (1997)

 

Sang maestro dalam dunia animasi Jepang, Hayao Miyazaki, memang dikenal sebagai sineas yang sangat suka untuk menyematkan unsur fantasi dalam karyanya. Princess Mononoke adalah salah satunya. Film anime Jepang terpopuler ini dikemas secara apik dengan menghadirkan fantasi yang kental dan memiliki visualisasi karakter yang begitu indah. Selain halus jika melihat grafisnya, karakter-karakter yang terlibat dalam Princess Mononoke juga terlihat sangat hidup.
Princess Mononoke mengisahkan sebuah desa bernama Emishi yang secara mendadak diserang oleh iblis berbentuk babi hutan bernama Nago tanpa diketahui apa alasannya oleh penduduk desa. Ashitaka, pemimpin desa tersebut, berhasil mengalahkan Nago, tetapi tangan kanannya mendapat kutukan setelah diserang Nago. Untuk melenyapkan kutukan tersebut, Ashitaka, bersama tunggangannya, Yakkuru, diberi petunjuk oleh dukun setempat menuju barat ke hutan yang dikuasai oleh Shishigami alias “dewa rusa”.
Princess Mononoke dikatakan sebagai film anime Jepang terbaik bukan hanya dikarenakan segi visualnya yang luar biasa, tetapi juga konflik dalam cerita yang dibawa mengenai alam atau lingkungan. Lewat Princess Mononoke, Miyazaki ingin menyampaikan nasihat secara “halus” agar manusia tak seenaknya memperlakukan alam. Kegiatan-kegiatan yang bisa merusak keseimbangan alam demi keuntungan personal bisa membawa malapetaka pada banyak orang, seperti bencana alam, yang dalam Princess Mononoke direpresentasikan dengan mengamuknya Nago.
Kepedulian terhadap alam, mitologi-fantasi, tanggung jawab pemimpin, peran gender, hingga sejarah mengenai kemajuan industrialisasi di Jepang, semua dikemas dengan begitu kompleks oleh Miyazaki. Kisah yang luar biasa menjadi lebih istimewa dan sempurna dengan sentuhan tangan para ilustrator untuk memperindah visualnya menjadikan Princess Mononoke begitu indah, memukau, dan memanjakan mata. Ditambah lagi dengan dukungan musik instrumen yang mengalir merdu sesuai dengan scene membuat pasang mata dibuat terpaku dan bersamaan hanyut dalam kisahnya.

4. My Neighbor Totoro (1988)

  official trailer My Neighbor Totoro (1988)

Masih berkutat dengan karya Miyazaki Hayao, ada My Neighbor Totoro yang juga bertengger pada posisi yang adiluhung. Di sini, Miyazaki kembali membumbui My Neighbor Totoro dengan fantasi dan imajinasi yang telah menjadi makanan pikiran anak-anak. Meskipun menggunakan format animasi 2D, film anime dari Jepang terbaik yang dibuat oleh Ghibli ini telah berhasil membuat kita menikmati dunia fantasi dan indahnya masa kanak-kanak.
My Neighbor Totoro menceritakan keluarga Kusakabe dengan dua anak, Satsuki dan Mei, yang baru pindah ke sebuah rumah dengan suasana yang tenang, damai, dan sejuk. Berawal dari keesokan harinya saat Satsuki berada di sekolah, ayahnya sibuk dengan pekerjaan rumah, dan Mei yang asyik bermain sendiri tiba-tiba melihat dua makhluk kecil berwarna biru dan putih. Penasaran dengan makhluk tersebut, Mei pun mengikutinya hingga sampai di pohon kapur barus di samping kuil dan memasuki lorong di antara akarnya. Semenjak itu, dia mendapati tempat yang antah berantah serta terjadi perkenalan pertama dengan Totoro, makhluk besar berwarna abu-abu yang berbulu.
Dengan menghadirkan sosok Totoro yang tidak jelas asal-usulnya, Miyazaki ingin penontonnya memberikan dugaan tersendiri mengenai hewan tersebut. Apakah Totoro sungguh ada atau hanya imajinasi yang tercipta dari pikiran bocah yang bersumber dari buku cerita bacaannya? Satu scene yang sangat lucu dari My Neighbor Totoro bisa dilihat saat Mei dan Satsuki yang sedang menunggu dijemput oleh ayahnya dan di sampingnya berdirilah makhluk besar bernama Totoro itu.

5. Wolf Children (2012)

 official trailer Wolf Children (2012)

Berjudul asli Okami Kodomo no Ame to Yuki, sebuah film animasi terbaik dari Jepang yang mengusung tema percintaan yang tak biasa. Jika di Hollywood ada Twilight yang hampir keseluruhannya menampilkan kisah romantis antar keduana, Jepang punya Wolf Children. Hubungan antar manusia biasa dengan manusia serigala yang diangkat oleh Wolf Children lebih dari sekadar cerita percintaan layaknya Twilight.
Pada bagian awal, penonton akan merasakan kehangatan cinta dari dua makhluk “berbeda dunia” itu. Namun, Mamoru Hosoda yang disebut sebagai New Hayao Mizayaki itu tak ingin membuat kisahnya terlarut lebih lama dengan fokus menampilkan romantisme dua sejolinya. Lebih dari itu, lewat Wolf Children, Hosoda ingin menyampaikan pesan yang tajam dengan teknik penyampaian dan pendekatan yang penuh kesan hati-hati namun terasa menarik meskipun mengalir dengan tenang.
Hana yang manusia biasa, harus menerima kenyataan pahit karena pacar yang kini telah resmi menjadi suaminya, Ookami, meninggalkan dia beserta kedua anaknya, Yuki dan Ame, untuk selamanya karena sebuah insiden. Ditinggalkan orang yang sangat dicintainya tak membuat Ame lantas tenggelam dalam kesedihan. Dia harus bangkit untuk berjuang membesarkan kedua anaknya seorang diri. Semenjak memasuki bagian cerita itu, Hosada mencoba untuk mengajak kita agar bisa berdamai dengan sistem datang dan pergi yang seyogyanya bakal terjadi dalam kehidupan nyata.

6. Barefoot Gen (1983)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pernah membayangkan bagaimana kondisi dan keadaan suatu negara saat terlibat dalam sebuah peperangan? Barefoot Gen yang diproduseri oleh Keiji Nakzawa dapat menjadi tontonan yang merepresentasikan keadaan tersebut dengan mengambil latar belakang saat Perang Dunia II di mana Hirohsima dan Nagasaki ketika itu dijatuhi bom atom oleh tentara Amerika Serikat.
Pada 30 menit di awal, penonton akan diberi “hiburan” berupa sirene waspada, serangan pesawat tempur, dan kekurangan bahan makanan yang mungkin sedikit membosankan. Terlebih lagi dengan melihat bocah egois beranama Gen yang hidup di tengah keluarga yang harmonis. Kehidupan Gen beserta keluarganya saat itu disertai banyak kesulitan, terlebih ibunya dalam posisi mengandung. Mereka dan juga keluarga-keluarga lain di dataran Jepang harus mengikuti program penjatahan makanan yang dibuat oleh pemerintah. Tentu program tersebut menjadi masalah besar bagi ibunya Gen yang memerlukan lebih banyak nutrisi untuk calon bayinya nanti.
Suasana secara keseluruhan berubah total menjadi sangat mencekam dan mengerikan saat tanggal 6 Agustus 1945. Peristiwa pengeboman Hiroshima di hari itu menjadi insiden yang tak bakal dilupakan oleh semua orang. Di Barefoot Gen, penonton akan dipersilakan untuk menikmati tontonan gore, mulai dari kepala putus, seekor anjing yang melebur menjadi ketiadaan, hingga orang-orang yang matanya meleleh.
Belum lagi saat api besar membumihanguskan seluruh Hiroshima, orang-orang berubah menjadi zombie, dan orang-orang membersihkan luka yang membusuk dari belatung, sungguh Barefoot Gen berhasil menyeret kita untuk seakan-akan berada di lokasi dan merasakan sendiri kejadian mengerikan tersebut. Dan satu hal yang menarik dari Barefoot Gen adalah ketika sifat Gen dari kekanak-kanakan menuju kedewasaan di mana dirinya harus mengurus keluarganya yang masih hidup.

7. Whisper of the Heart (1995)


Selanjutnya, ada Whisper of the Heart yang juga dibidani oleh Ghibli Studios yang membawa serta kekhasannya, apalagi kalau bukan fantasi. Whisper of the Heart mengusung genre drama, fantasi, romantisme, dan kehidupan. Berkisah tentang anak perempuan berusia 14 tahun, Shizuko Tsukishima, yang kutu buku dan secara tak sengaja melihat nama seseorang yang tidak asing baginya, Seiji Amasawa.
Tanpa disangka, takdir mempertemukan Shizuko dengan Seiji di sebuah toko barang antik. Keduanya menjadi teman akrab hingga suatu saat Seiji yang bermimpi menjadi pembuat biola dan belajar ke Italia harus meninggalkan Shizuko demi mengejar mimpinya tersebut. Tak mau kalah, Shizuko juga memutuskan untuk menulis cerita dengan Baron, patung kucing di toko antik itu, yang menjadi pemeran utama dalam cerita yang dia buat. Sekembalinya Seiji ke Jepang, novel Shizuko juga sudah selesai. Selain itu, Seiji mengajak Shizuko untuk melihat matahari pagi dan mengatakan bahwa dia ingin menikahi Shizuko.
Setelah melihat alur cerita tersebut, bisa tampak secara eksplisit kalau Whisper of the Heart adalah film anime Jepang romantis yang kisah romansa a la anak 14 tahunan disampaikan dengan baik dan tidak terburu-buru. Soundtrack film yang sesuai dengan nuansanya juga menambah keindahan cerita yang dibangun. Satu pesan kehidupan yang ingin disampaikan oleh Whisper of the Heart ialah mengenai perjuangan tanpa henti untuk menggapai sesuatu yang kau yakini, termasuk cinta yang juga menjadi alasan bagi kita untuk berubah menjadi lebih baik.

8. Into the Forest of Firefly Lights (2011)


Film ini mempunyai judul asli Hotarubi no Mori E, adalah film yang membahas tentang hubungan antara manusia dan hantu dengan gaya penyampaian cerita yang puitis dan melankolis. Dia adalah Hotaru, anak perempuan yang tersesat di tengah hutan. Dalam keadaan bingung dan takut, Hotaru ditolong oleh pria bertopeng misterius bernama Gin. Gin meminta agar Hotaru tak menyentuhnya karena sentuhan manusia biasa akan membuat tubuh Gin lenyap. Sejak perjumpaan itu, Gin dan Hotaru menjadi berteman hingga dewasa.
Tanpa terburu-buru, Into the Forest of Firefly Lights akan mengantarkan penontonnya untuk terhanyut dalam kisah cinta dari dua manusia berbeda dunia ini. Jika Anda satu dari sekian banyak pecinta anime bergenre romantis, maka sangat disarankan untuk menonton film ini. Pada bagian akhir cerita, Into the Forest of Firefly Lights menutup kisahnya dengan sangat baik, meskipun kurang bisa diterima oleh sebagian besar orang karena pada akhirnya mereka harus berpisah selamanya. Meski begitu, nuansa bahagia dipancarkan oleh Gin karena akhirnya bisa merasakan sentuhan tangan manusia setelah selama hidupnya merupakan pantangan baginya.

9. Kiki’s Delivery Service (1989)


Lagi-lagi untuk film anime Jepang terbaik kali ini dipegang oleh karya Studio Ghibli. Masih sama dengan kebanyakan karyanya, Ghibli tak pernah membiarkan unsur fantasi dan dunia anak luput di dalamnya. Kiki’s Delivery Service adalah hasil adaptasi dari novel tahun 1985 karya Eiko Kadono. Sepintas penggambaran tentang kemandirian dan masa transisi dari anak-anak menuju remaja yang terlihat mengingatkan kita dengan Spirited Away.
Film anime yang ada di Jepang ini mengikuti kehidupan bocah penyihir berusia 13 tahun bernama Kiki yang harus mengembara guna menjadi pribadi yang mandiri dan memperoleh banyak pengalaman. Selama proses pencarian tempat menetap di kota, dia mengalami banyak kesulitan hingga akhirnya Kiki bisa tinggal di rumah seorang penjual roti di toko Gutiokipan. Dia sebelumnya juga bertemu dengan Tombo, anak laki-laki seumuran dengannya yang terkagum dengan kemampuan terbang Kiki.
Beberapa adegan lucu yang terdapat dalam film anime Jepang yang bagus ini bisa membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Satu diantaranya adalah ketika Kiki yang sempat ditilang oleh polisi, meskipun polisi itu tahu bahwa gadis yang ditilangnya bukanlah gadis biasa. Sementara pesan utama yang ingin disampaiken oleh Hayao Miyazaki lewat kisah hidup Kiki dalam film anime Jepang lucu ini tak lain adalah mengenai kemandirian dan pengalaman yang harus dicari oleh atau diberikan kepada setiap anak

10. Perfect Blue (1997)


Anime besutan Satoshi Kon satu ini perlu ditonton oleh banyak remaja di Indonesia yang terlalu tergila-gila dengan idol grup atau lebih umum disebut sebagai wota. Perfect Blue sebetulnya film anime Jepang yang mengangkat tema psikologi. Hampir di saat konflik batin yang timbul dari tokoh utamanya, penonton mulai diajak untuk ikut merasakan pergulatan batin yang dialami oleh karakter tersebut.
Perfect Blue mengisahkan tentang sebuah idol grup bernama CHAM! yang kemudian lebih berfokus menyorot salah satu anggotanya, Kirigoe Mima, perempuan yang tadinya ingin bernyanyi untuk semua orang, namun suatu saat memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang artis perfilman. Keraguan yang seketika hadir menyelimuti hati dan perasaan Mima naik tingkat menjadi kegelisahan yang tak berkesudahan.
Film ini terbilang berhasil dalam menggambarkan suasana hati seseorang ketika harus memutuskan satu dari beberapa pilihan yang cukup berat dan fatal risikonya. Perasaan ragu yang muncul jelas menjadi tekanan yang kemudian justru bisa menjadi hilang kendali dan tak mampu memilah-milih secara jernih mana yang harus kita ambil. Anda tertarik untuk menontonnya?


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar